Artikel

Perbandingan antara Landsat 9 dan Sentinel-2

Pada:
Oleh: Kelas Pemetaan

Penginderaan jauh telah menjadi salah satu teknologi yang sangat penting dalam pemantauan bumi, yang memungkinkan analisis perubahan lingkungan, iklim, penggunaan lahan, dan sumber daya alam. Di antara banyak satelit yang beroperasi, Landsat 9 dan Sentinel-2 adalah dua dari sistem pemantauan satelit yang paling banyak digunakan dalam penelitian geospasial dan pemetaan. Kedua satelit ini, meskipun berasal dari dua badan antariksa yang berbeda, menawarkan berbagai kemampuan dan aplikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna.

Perbandingan antara Landsat 9 dan Sentinel-2

Perbedaan Utama antara Landsat 9 dan Sentinel-2 :

1. Visi Misi dan Tujuan

Landsat 9 diluncurkan pada 27 September 2021 oleh NASA dan USGS (United States Geological Survey). Tujuan utama dari Landsat 9 adalah untuk melanjutkan program Landsat yang berfokus pada pemantauan bumi dalam jangka panjang, yang meliputi perubahan lingkungan, penggunaan lahan, dan variasi iklim. Landsat 9 dirancang untuk pemantauan yang lebih mendalam dan analisis perubahan yang terjadi dalam waktu yang lama.

Sentinel-2 adalah bagian dari program Copernicus yang dikelola oleh ESA (European Space Agency). Dua satelit Sentinel-2 yang terdiri dari Sentinel-2A yang diluncurkan pada 23 Juni 2015, dan Sentinel-2B yang diluncurkan pada 7 Maret 2017, memiliki tujuan untuk mendukung pemantauan bumi secara lebih cepat dan mendetail dengan fokus pada respons bencana dan monitoring dinamis, seperti perubahan vegetasi dan penggunaan lahan yang cepat.

2. Resolusi Spasial (Spatial Resolution)

Salah satu perbedaan utama antara kedua satelit ini adalah resolusi spasial mereka. Landsat 9 memiliki resolusi spasial 30 meter untuk pita visibilitas, NIR (near-infrared), dan SWIR (shortwave infrared), yang memberikan gambaran yang cukup detail tentang permukaan bumi, terutama untuk aplikasi jangka panjang.

Di sisi lain, Sentinel-2 menawarkan resolusi lebih tinggi, yakni 10 meter untuk pita visibilitas dan NIR. Ini menjadikannya lebih optimal untuk pemantauan vegetasi, pertanian, dan studi badan air. Sentinel-2 juga menggunakan pita SWIR dan pita merah (red edge) dengan resolusi 20 meter yang sangat cocok untuk pemantauan perubahan vegetasi dan badan air.

3. Resolusi Temporal (Temporal Resolution)

Landsat 9 memiliki periode revisi yang lebih panjang, yakni sekitar 16 hari, yang memberikan data secara konsisten untuk pemantauan jangka panjang dan analisis perubahan yang lebih detail dalam periode yang lama.

Sebaliknya, Sentinel-2 memiliki kemampuan revisi yang lebih sering, sekitar 5 hari dengan dua satelit aktifnya (Sentinel-2A dan Sentinel-2B), yang memungkinkan pemantauan yang lebih cepat, ideal untuk pemantauan proses dinamis seperti perubahan vegetasi, perubahan penggunaan lahan, dan respons darurat terhadap bencana.

4. Resolusi Radiometrik (Radiometric Resolution)

Resolusi radiometrik adalah kemampuan satelit dalam membedakan intensitas cahaya yang diterima. Landsat 9 memiliki resolusi radiometrik yang sangat tinggi, yakni 14 bit, yang memungkinkan pemisahan yang lebih jelas antara perbedaan kecil dalam tutupan lahan, yang sangat berguna dalam pemantauan perubahan yang halus.

Sentinel-2 memiliki resolusi radiometrik 12 bit, yang cukup untuk sebagian besar aplikasi pemantauan vegetasi dan lahan, tetapi tidak setinggi Landsat 9 dalam hal perbedaan yang sangat halus pada perubahan tutupan lahan.

5. Volume Data dan Aksesibilitas (Data Volume & Accessibility)

Landsat 9 menghasilkan sekitar 700 citra per hari dan menyediakan akses data secara bebas melalui platform seperti USGS EarthExplorerNASA’s GloVis, dan LandsatLook. Ini memastikan bahwa data yang dikumpulkan dapat diakses oleh peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia dengan mudah.

Sentinel-2, di sisi lain, menghasilkan lebih banyak data, sekitar 1.500 citra per hari, yang mencerminkan kemampuan untuk memantau area yang lebih besar dan lebih sering. Akses data juga diberikan secara gratis melalui platform Copernicus Open Access HubESA SciHub, dan Amazon Web Services (AWS).

6. Keunggulan Utama (Key Strengths)

Landsat 9 lebih unggul dalam pemantauan jangka panjang, cocok untuk analisis perubahan yang terjadi perlahan dan dalam skala waktu yang lebih lama. Kemampuan untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan dengan kedalaman radiometrik yang tinggi membuatnya sangat ideal untuk analisis geospasial yang mendalam.

Sentinel-2, dengan revisi temporal yang lebih cepat, memiliki keunggulan dalam pemantauan dinamika cepat, seperti perubahan penggunaan lahan, vegetasi, dan bencana alam. Sentinel-2 juga menawarkan swath yang lebih lebar, yang memungkinkan untuk mencakup area yang lebih luas dalam satu kali pemindaian, sangat berguna untuk pemetaan dan pemantauan dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perairan.

7. Kelemahan

Kelemahan utama Landsat 9 adalah frekuensi revisi yang lebih lambat, yang mungkin tidak ideal untuk pemantauan yang membutuhkan data secara real-time, seperti saat terjadi bencana alam atau perubahan vegetasi yang sangat dinamis.

Sentinel-2, meskipun menawarkan revisi yang lebih cepat dan resolusi spasial yang lebih tinggi, memiliki resolusi radiometrik yang lebih rendah dibandingkan dengan Landsat 9, yang mungkin membatasi aplikasi yang memerlukan analisis perubahan yang sangat halus.

Baik Landsat 9 maupun Sentinel-2 memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan pengguna. Landsat 9 lebih cocok untuk pemantauan jangka panjang, analisis perubahan subtel, dan aplikasi yang membutuhkan kedalaman radiometrik tinggi. Di sisi lain, Sentinel-2 lebih ideal untuk pemantauan dinamis yang membutuhkan revisi lebih cepat, pemantauan bencana alam, serta studi vegetasi dan pertanian dalam resolusi yang lebih tinggi.

WhatsApp
Facebook
X
Telegram
Email
Threads
LinkedIn