Artikel

7 Kesalahan Fatal dalam GIS Analysis dan Cara Menghindarinya

Pada:
Oleh: Kelas Pemetaan
theme_placeholder

GIS Analyst bukan sekadar peta dan koordinat. Analisis GIS yang buruk bisa berujung pada kesimpulan yang menyesatkan—dan tidak ada yang mau disalahkan karena kesalahan peta, bukan? Nah, agar analisis GIS-mu makin ciamik, hindari 7 kesalahan umum ini!

1. Mengabaikan Kualitas Data

Data adalah bahan bakar utama dalam analisis GIS. Kalau datanya buruk, hasilnya pasti melenceng jauh.

✅ Cara menghindarinya:

  • Selalu cek sumber data sebelum digunakan.
  • Periksa nilai yang hilang, data ganda, atau inkonsistensi.
  • Gunakan dataset dari sumber terpercaya, bukan asal unduh dari internet.

2. Mengabaikan Sistem Koordinat dan Proyeksi

Pernah mengalami layer yang nggak bisa “ngepas” di peta? Itu karena sistem koordinatnya berbeda.

✅ Cara menghindarinya:

  • Pastikan semua layer menggunakan sistem koordinat yang sama sebelum memulai analisis.
  • Gunakan tools seperti “Project” atau “Define Projection” di ArcGIS atau QGIS untuk menyelaraskan data.

3. Salah Menafsirkan Hasil Analisis

GIS bukan sekadar drag & drop lalu percaya hasilnya 100%. Salah interpretasi bisa bikin keputusan yang salah.

✅ Cara menghindarinya:

  • Selalu validasi hasil analisis dengan data lapangan atau sumber sekunder.
  • Periksa kembali workflow analisis.
  • Ajak kolega untuk meninjau hasil sebagai second opinion.

4. Menggunakan Data yang Kedaluwarsa

Data lama = keputusan yang tidak relevan. Misalnya, menggunakan data tutupan lahan dari tahun 2000 untuk perencanaan kota tahun 2025? No way!

✅ Cara menghindarinya:

  • Selalu cek tanggal pembuatan dataset.
  • Gunakan data real-time atau near-real-time untuk analisis yang sensitif terhadap waktu.
  • Lakukan pembaruan data secara berkala.

5. Membuat Peta Terlalu Rumit

Peta yang penuh warna, simbol berlebihan, dan label di mana-mana itu bukan keren, tapi bikin pusing.

✅ Cara menghindarinya:

  • Fokus pada pesan utama yang ingin disampaikan.
  • Gunakan simbol, label, dan legenda yang jelas.
  • Buang elemen yang tidak menambah nilai pada peta.

6. Tidak Melakukan Dokumentasi

Tanpa dokumentasi, mengulang atau merevisi analisis bisa jadi mimpi buruk.

✅ Cara menghindarinya:

  • Catat setiap langkah analisis, termasuk sumber data dan parameter yang digunakan.
  • Manfaatkan tools seperti ArcGIS Notebooks atau QGIS Processing History untuk otomatisasi dokumentasi.

7. Lupa Backup Data

Crash, file korup, atau kesalahan hapus bisa bikin kerjaan berjam-jam lenyap dalam sekejap.

✅ Cara menghindarinya:

  • Simpan proyek secara berkala.
  • Gunakan cloud storage atau drive eksternal sebagai backup.
  • Aktifkan fitur auto-save pada perangkat lunak GIS yang digunakan.

Kesimpulan? Hindari Kesalahan Ini!

Jadi, kalau nggak mau “dikejar-kejar” akibat hasil analisis yang salah, pastikan kamu memeriksa kualitas data, menyelaraskan sistem koordinat, menafsirkan hasil dengan benar, dan menyimpan backup proyekmu. Dengan begitu, GIS-mu bukan hanya akurat, tapi juga siap digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik!

WhatsApp
Facebook
X
Telegram
Email
Threads
LinkedIn